Selasa, 6 Januari 2009 • 12:55 pm
Baru-baru ini di sebuah forum internet muncul cerita mengenai seorang perekrut yang diminta oleh perusahaannya untuk menghindari para pencari kerja yang bermain game World of Warcraft, sebuah game online RPG populer. Alasannya antara lain karena mereka dianggap tidak akan bisa fokus 100% dengan pekerjaannya (karena akan selalu kepikiran dengan game-nya).
Read the rest of this entry »
Filed under: Berita , adiksi, diskriminasi, industri, kerja, mmorpg, online, prasangka, rekrutmen, singapura, stereotipe, world of warcraft
Jumat, 2 Januari 2009 • 3:16 pm
Yang bilang ini bukanlah seorang pakar abal-abal, tapi David Laux, seorang petinggi di IBM, perusahaan komputer ternama tingkat dunia. Menurutnya, tergantung dari game jenis apa yang dimainkan, banyak skill-skill penting yang bisa dipelajari, seperti peningkatan kemampuan mengingat, lebih teliti, pengambilan keputusan yang cepat, hingga kemampuan memimpin. Dan semua skill itu, katanya, bisa langsung dimanfaatkan di dunia nyata.
Read the rest of this entry »
Filed under: Artikel, Opini , IBM, keahlian, kemampuan, kepemimpinan, memori, pengambilan keputusan, psikologi, skill, talenta, teliti, world of warcraft
Rabu, 17 Desember 2008 • 3:11 pm
Permainan elektronik yang selama ini dituduh para orangtua sebagai yang membuat anak-anak semakin bodoh dan malas belajar mungkin telah menanamkan suatu ilmu yang berguna secara luas bagi kehidupan mereka kelak: Pola pikir ilmiah.
Read the rest of this entry »
Filed under: Penelitian , ilmiah, lineage, mmorpg, online, pendidikan, pola pikir, psikologi, sains, world of warcraft
Komentar Terakhir