Sabtu, 17 Januari 2009 • 9:42 pm
Begitulah kesimpulan sebuah studi yang dilakukan Andrew Przybylski dari University of Rochester. Selama gameplay dasarnya sendiri cukup bagus dan menantang, menambahkan unsur kekerasan yang tidak perlu dalam game yang sama rupanya tidak membuat game tersebut dianggap semakin menyenangkan.
Read the rest of this entry »
Filed under: Penelitian , agresi, darah, kekerasan, persepsi, psikologi
Minggu, 28 Desember 2008 • 1:19 am
Jerman termasuk salah satu negara yang paling keras soal sensor video-gamenya; tak heran kalau banyak warga di sana yang merasa antipati terhadap game-game yang menonjolkan kekerasan. Sebagai reaksi atas keputusan Asosiasi Kebudayaan Jerman yang menjadikan video game sebagai salah satu bagian dari budaya sah bangsanya, sekumpulan warga sampai perlu merasa untuk bersatu dan membuat deklarasi.
Read the rest of this entry »
Filed under: Berita , anak, budaya, call of duty, cologne, counterstrike, crysis, deklarasi, doom, grand theft auto, jerman, kekerasan, sensor
Sabtu, 27 Desember 2008 • 12:34 am
Ini terjadi di Amerika. Seorang remaja berusia 17 tahun tidak diperbolehkan orangtuanya membeli sebuah game yang populer di XBox 360: Halo 3. Si remaja nekat membelinya diam-diam, dan game itu akhirnya disita ketika ketahuan oleh orangtuanya. Reaksi si anak?
“Would you guys close your eyes,” Daniel Petric asked. “I have a surprise for you.”
Ia lalu menembak kedua orangtuanya di kepala; si ibu tewas di tempat, tapi ayahnya selamat.
Read the rest of this entry »
Filed under: Berita , abnormal, adiksi, gangguan, halo, hukum, jiwa, kecanduan, kekerasan, kriminal, legal, mental, orangtua, parenting, psikologi, remaja, xbox 360
Komentar Terakhir