Kamis, 22 Januari 2009 • 1:24 am
Di negeri kita, masalah video game mungkin belum menjadi suatu hal yang cukup penting untuk dibahas oleh anggota DPR di Senayan; Banyak masalah-masalah lebih penting lain yang harus diprioritaskan mereka. Tapi di negara-negara yang generasi mudanya sudah lebih melek teknologi, video game adalah satu hal yang dikonsumsi secara umum layaknya televisi, sehingga perlu diregulasi oleh pemerintahnya. Neils Clark, seorang peneliti video game, menguraikan lika-liku dan pelbagai masalah terkait pengaturan tersebut di artikel terbarunya di situs Gamasutra.
Read the rest of this entry »
Filed under: Artikel , adiksi, amerika, anak, cina, hukum, internet, kecanduan, korea, legal, online, pembajakan, sensor, undang-undang
Minggu, 18 Januari 2009 • 10:45 pm
Anonimitas kini tak bisa lagi dinikmati gamer Cina yang ingin bermain game online. Pemerintah RRC telah mengharuskan setiap orang yang ingin bermain game online untuk mendaftarkan diri dengan nomor identitas (semacam nomor KTP) mereka di dunia nyata.
Menurut seorang gamer, identifikasi ini bertujuan agar pemerintah bisa mengontrol seberapa lama orang bisa bermain, sehingga memudahkan penanggulangan masalah adiksi atau kecanduan game online. Anak di bawah umur, misalnya, dibatasi agar hanya bisa bermain maksimal tiga jam setiap harinya.
Read the rest of this entry »
Filed under: Berita , adiksi, anak, anonim, cina, diktator, hukum, identitas, internet, kecanduan, legal, online, privasi
Filed under: Berita , hawaii, honolulu, hukum, kendaraan, keselamatan, lalu lintas, legal, mobil, setir, transportasi
Kamis, 15 Januari 2009 • 2:44 pm
Seorang anggota DPRD di New York mengajukan proposal RUU untuk membuat agar game yang mengandung kata-kata kasar (makian, umpatan) dan penggambaran karakter atau kelompok tertentu yang bersifat rasis menjadi ilegal untuk dijual pada anak-anak di bawah umur.
Read the rest of this entry »
Filed under: Berita , anak, dewasa, hukum, makian, parenting, politik, prasangka, rasis, rating, stereotipe, umpatan
Sabtu, 27 Desember 2008 • 12:34 am
Ini terjadi di Amerika. Seorang remaja berusia 17 tahun tidak diperbolehkan orangtuanya membeli sebuah game yang populer di XBox 360: Halo 3. Si remaja nekat membelinya diam-diam, dan game itu akhirnya disita ketika ketahuan oleh orangtuanya. Reaksi si anak?
“Would you guys close your eyes,” Daniel Petric asked. “I have a surprise for you.”
Ia lalu menembak kedua orangtuanya di kepala; si ibu tewas di tempat, tapi ayahnya selamat.
Read the rest of this entry »
Filed under: Berita , abnormal, adiksi, gangguan, halo, hukum, jiwa, kecanduan, kekerasan, kriminal, legal, mental, orangtua, parenting, psikologi, remaja, xbox 360
Komentar Terakhir