Kamis, 22 Januari 2009 • 1:24 am
Di negeri kita, masalah video game mungkin belum menjadi suatu hal yang cukup penting untuk dibahas oleh anggota DPR di Senayan; Banyak masalah-masalah lebih penting lain yang harus diprioritaskan mereka. Tapi di negara-negara yang generasi mudanya sudah lebih melek teknologi, video game adalah satu hal yang dikonsumsi secara umum layaknya televisi, sehingga perlu diregulasi oleh pemerintahnya. Neils Clark, seorang peneliti video game, menguraikan lika-liku dan pelbagai masalah terkait pengaturan tersebut di artikel terbarunya di situs Gamasutra.
Read the rest of this entry »
Filed under: Artikel , adiksi, amerika, anak, cina, hukum, internet, kecanduan, korea, legal, online, pembajakan, sensor, undang-undang
Selasa, 20 Januari 2009 • 5:33 pm
Di negara empat musim, musim dingin yang penuh badai dan tumpukan salju di halaman tentu menyulitkan pelajaran olahraga, apalagi bagi sekolah yang gym atawa aula dalam ruangannya tidak begitu luas. Karena itulah, beberapa sekolah beralih ke konsol Nintendo Wii sebagai alternatif yang juga menawarkan gerakan-gerakan olahraga virtual yang dibungkus dengan kesenangan bermain game.
Baca juga: Wii Music dipakai sebagai alat ajar di sekolah-sekolah
Read the rest of this entry »
Filed under: Berita , anak, dingin, musim, nintendo, olahraga, pelajaran, pendidikan, remaja, salju, sekolah, wii
Minggu, 18 Januari 2009 • 10:45 pm
Anonimitas kini tak bisa lagi dinikmati gamer Cina yang ingin bermain game online. Pemerintah RRC telah mengharuskan setiap orang yang ingin bermain game online untuk mendaftarkan diri dengan nomor identitas (semacam nomor KTP) mereka di dunia nyata.
Menurut seorang gamer, identifikasi ini bertujuan agar pemerintah bisa mengontrol seberapa lama orang bisa bermain, sehingga memudahkan penanggulangan masalah adiksi atau kecanduan game online. Anak di bawah umur, misalnya, dibatasi agar hanya bisa bermain maksimal tiga jam setiap harinya.
Read the rest of this entry »
Filed under: Berita , adiksi, anak, anonim, cina, diktator, hukum, identitas, internet, kecanduan, legal, online, privasi
Kamis, 15 Januari 2009 • 2:44 pm
Seorang anggota DPRD di New York mengajukan proposal RUU untuk membuat agar game yang mengandung kata-kata kasar (makian, umpatan) dan penggambaran karakter atau kelompok tertentu yang bersifat rasis menjadi ilegal untuk dijual pada anak-anak di bawah umur.
Read the rest of this entry »
Filed under: Berita , anak, dewasa, hukum, makian, parenting, politik, prasangka, rasis, rating, stereotipe, umpatan
Minggu, 28 Desember 2008 • 1:19 am
Jerman termasuk salah satu negara yang paling keras soal sensor video-gamenya; tak heran kalau banyak warga di sana yang merasa antipati terhadap game-game yang menonjolkan kekerasan. Sebagai reaksi atas keputusan Asosiasi Kebudayaan Jerman yang menjadikan video game sebagai salah satu bagian dari budaya sah bangsanya, sekumpulan warga sampai perlu merasa untuk bersatu dan membuat deklarasi.
Read the rest of this entry »
Filed under: Berita , anak, budaya, call of duty, cologne, counterstrike, crysis, deklarasi, doom, grand theft auto, jerman, kekerasan, sensor
Komentar Terakhir