Sabtu, 10 Januari 2009 • 12:01 pm
Meski video game mainstream cukup liberal dan progresif dalam berbagai segi, homoseksualitas tampaknya masih menjadi isu yang dihindari oleh para pengembang game. Brad Hildebrand dalam editorialnya untuk Kombo.com membahas masalah ini dari sisi sosio-historisnya untuk melihat mengapa, di tengah trend kekerasan dan seksualitas dalam video game, menampilkan karakter gay atau lesbian masih jadi kontroversi yang sensitif.
Coba anda ingat-ingat lagi, karakter video game mana saja yang digambarkan secara terbuka sebagai homoseksual?
Read the rest of this entry »
Filed under: Opini , budaya, gay, homoseks, lesbian, sejarah, sosial
Jumat, 2 Januari 2009 • 3:16 pm
Yang bilang ini bukanlah seorang pakar abal-abal, tapi David Laux, seorang petinggi di IBM, perusahaan komputer ternama tingkat dunia. Menurutnya, tergantung dari game jenis apa yang dimainkan, banyak skill-skill penting yang bisa dipelajari, seperti peningkatan kemampuan mengingat, lebih teliti, pengambilan keputusan yang cepat, hingga kemampuan memimpin. Dan semua skill itu, katanya, bisa langsung dimanfaatkan di dunia nyata.
Read the rest of this entry »
Filed under: Artikel, Opini , IBM, keahlian, kemampuan, kepemimpinan, memori, pengambilan keputusan, psikologi, skill, talenta, teliti, world of warcraft
Kamis, 1 Januari 2009 • 7:29 am
Pascal Luban, seorang game designer, memperkirakan 9 trend yang akan semakin populer di kebanyakan video game dalam beberapa tahun ke depan (The Megatrends of Game Design, part 1, part 2, part 3, part 4). Apa saja yang semakin diminati oleh konsumen dan harus diperhatikan oleh pengembang dan penerbit game? Berikut adalah intisarinya.
Read the rest of this entry »
Filed under: Opini , desain, developer, industri, megatrend, trend
Komentar Terakhir